Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menjadi sorotan publik setelah seorang mahasiswi dibacok oleh rekannya sendiri tepat di area kampus saat menunggu giliran seminar proposal pada Kamis pagi (26/2/2026). Insiden brutal ini mengungkap fakta mengejutkan yang jauh dari sekadar masalah “cinta bertepuk sebelah tangan” mulai dari niat tersimpan sejak bulan November 2025 hingga hubungan pribadi yang lebih kompleks antara pelaku dan korban.
Kejadian Tragis Saat Menunggu Sidang Proposal
Peristiwa berdarah terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di lantai dua Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, ketika korban yang berinisial FAP (23) sedang menunggu giliran untuk sidang seminar proposal. Tanpa peringatan, pelaku yang berinisial RM (22) tiba-tiba muncul membawa senjata tajam berupa kapak dan langsung menyerang korban dari belakang.
Mahasiswa di sekitar lokasi sempat panik dan ketakutan sehingga tidak segera melerai. Baru setelah petugas keamanan kampus turun tangan, aksi tersebut berhasil dihentikan dan korban segera ditolong.
Niat Pembacokan Sudah Terencana Sejak November 2025
Bukan tindakan spontan, penyelidikan polisi mengungkap bahwa pelaku telah merencanakan pembacokan ini sejak November 2025. Dalam pemeriksaan, RM mengakui sudah menyimpan niat buruk tersebut beberapa bulan sebelum hari kejadian. Bahkan pada pagi saat kejadian, ia sempat mengasah kapak dan parang yang dibawanya sebelum masuk ke kampus.
Fakta ini menunjukkan bahwa kasus ini bukan hanya masalah emosional sesaat, melainkan rencana penganiayaan yang berjalan secara matang dan berbahaya.
Hubungan Personal yang Lebih Kompleks dari Sekadar Teman
Awalnya perkenalan keduanya terjadi secara wajar saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam satu kelompok. Namun seiring waktu, pelaku mulai menaruh perasaan kepada korban, meski korban sudah jelas menyatakan hubungan itu hanya sebatas teman dan telah memiliki kekasih lain.
Rekan satu kelompok menyatakan bahwa pelaku yang bersifat introvert sering kali salah mengartikan perhatian korban dan merasa sangat dekat meski sebenarnya itu bukan hubungan romantis yang disetujui kedua belah pihak.
Namun fakta mengejutkan terungkap setelah video mesra keduanya tersebar di media sosial. Keduanya terlihat jauh dari kata hanya sekedar teman biasa, terlihat jelas ada hubungan yang terjalin diantara keduanya.
Luka Serius dan Penanganan Medis Korban
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, hingga punggung, dan harus mendapatkan penanganan medis intensif. Polisi langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian dan kasus ini kini dalam proses hukum.
Kampus juga mengambil langkah disipliner dengan membentuk tim etik untuk mengevaluasi status akademik pelaku, termasuk kemungkinan pemecatan dari institusi.
Viral di Media Sosial dan Dampaknya
Video detik-detik aksi pembacokan yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam di lokasi saat kejadian berlangsung. Unggahan itu kemudian memicu reaksi luas dari publik yang prihatin atas tragedi ini dan mengungkapkan kekhawatiran tentang keamanan di lingkungan kampus.
Kasus pembacokan di UIN Suska Riau bukan sekadar tragedi kampus biasa. Fakta terbaru menunjukkan bahwa pelaku sudah merencanakan aksinya sejak jauh hari, memiliki hubungan pribadi yang rumit dengan korban, dan tindakan itu bukan ekspresi emosional sesaat, tetapi aksi pre-meditated assault yang berbahaya.
Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan emosional dan kekerasan di lingkungan pendidikan termasuk dukungan psikososial dan mekanisme penanganan konflik yang lebih kuat.












