Hubungan Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA) memasuki babak baru pada 2026. Di usia ke-50 tahun hubungan diplomatik, kedua negara mempertegas arah kemitraan strategis melalui kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Abu Dhabi, Rabu (25/02/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk memperluas jejaring kerja sama global yang konkret dan saling menguntungkan, terutama di tengah tantangan ekonomi dan dinamika geopolitik dunia.
Pertemuan Strategis di Qasr Al-Bahr
Dalam rangkaian kunjungannya, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden PEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Istana Qasr Al Bahr.
Kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di sektor energi, investasi, dan kemitraan ekonomi masa depan. Pertemuan berlangsung produktif dan mencerminkan kedekatan personal serta kesamaan visi strategis dalam membangun kolaborasi jangka panjang.
Momentum 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–PEA dimanfaatkan untuk membuka fase baru kerja sama yang lebih luas, terukur, dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Fokus Penguatan Kemitraan Strategis
Indonesia dan PEA sepakat memperdalam kerja sama di sejumlah sektor prioritas berikut:
1. Energi dan Sumber Daya Strategis
Kedua negara mendorong kolaborasi dalam pengembangan energi konvensional dan terbarukan. Indonesia melihat PEA sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi energi nasional dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
2. Investasi dan Konektivitas Ekonomi
PEA terus menjadi salah satu mitra investasi utama Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peningkatan konektivitas ekonomi bilateral, termasuk penguatan sektor infrastruktur, kawasan industri, dan logistik strategis.
3. Industri Pertahanan dan Manufaktur
Kerja sama di bidang industri pertahanan dan manufaktur strategis turut menjadi prioritas. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas industri nasional sekaligus membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kompetensi SDM.
4. Kemitraan Berorientasi Keberlanjutan
Kedua negara menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kemitraan ke depan diarahkan pada sektor yang ramah lingkungan, inovatif, dan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata.
Menuju Babak Baru Diplomasi Ekonomi
Lima dekade hubungan diplomatik Indonesia–PEA menunjukkan konsistensi kedua negara dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Kini, di era baru kepemimpinan dan tantangan global yang semakin kompleks, kemitraan strategis ini diproyeksikan semakin solid.
Dengan dukungan politik tingkat tinggi dan arah kerja sama yang semakin konkret, Indonesia dan PEA berpotensi menjadi model kolaborasi bilateral yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.












